Saat Kita Mulai Deep Talk
Sesama manusia pastinya membutuhkan manusia lain untuk hidup karena manusia adalah mahluk sosial, bahkan mungkin ketika mereka dalam masalah pasti akan meminta temannya untuk memberi solusi. Semandiri-mandirinya manusia, pasti butuh manusia lain untuk berbagi cerita.
Semakin lama kamu menahan perasan, akan semakin lama pula rasa itu menyakitkan. Memangnya seberapa lama kuat kamu menahan semuanya? Dalam situasi ini, kamu hanya memerlukan deep talk untuk menenangkannya.
Apa itu deep talk?
Menurut brilio.net.Deep talk adalah obrolan antara dua orang yang membicarakan topik-topik baik itu soal perkerjaan, percintaan, keluarga, teman dan hubungan untuk dibahas dan percakapan ini sifatnya lebih sensitif dan mendalam. Deep talk ini boleh dilakukan kepada siapa saja yang kamu percayai.
Deep talk bukan hanya soal berbicara, mendengarkan lalu melupakan. Namun tentang berbicara, mendengarkan lalu mencari solusi untuk ketenangan. Percakapan ini biasanya sering dilakukan oleh beberapa pihak, terkadang deep talk pada diri sendiri merupakan cara terbaik.
Tidak semua perasaan cape obatnya istirahat, terkadang butuh juga seseorang untuk diajak deep talk. Kamu juga bisa menilai seseorang setelah kamu mengajaknya untuk deep talk. Kamu akan tahu bahwa semua orang akan pandai menyembunyikan lukanya.
Manfaat dari deeptalk
1. Membuat perasaan menjadi tenang dan lega, ungkapan kata-kata yang ada selama ini mengganggu pikiran bisa dituangkan dengan percakapan.
2. Membangun kedekatan secara emosional antara si pembicara dan si pendengar.
3. Mengurangi gangguan mental, karena percakapan ini terbuka sehingg tidak menutup kemungkinan seseorang akan menceritakan semua unek-unek yang selama ini dia pendam.
4. Menambah dan melihat sudut pandang dari kacamata orang lain.
Topik yang cocok dibahas saat deep talk
• Topik dengan pasangan
Hal ini bisa membuat hubungan kalian semakin dekat, kalian bisa mengetahui perasaan yang mendalam dari pasangan kalian. Selain itu, dengan deep talk kalian bisa memperbaiki masalah yang terus menerus terjadi.
- Bertanya pasangan yang baik seperti apa?
- Apa arti hubungan yang sedang dijalani
- Menanyakan tentang planning ke depannya
- Apa ketakutan terbesar kamu tentang hubungan ini?
- Hal terpenting untuk mempertahankan hubungan.
• Topik dengan sahabat
Sama seperti dengan pasangan, hal ini bisa membuat kita semakin lebih dekat dengan sahabat kita. Kalian bisa memulainya pembahasannya dengan :
- Kapan kamu berada dititik terendah hidup kamu?
- Apa yang kamu kurang suka dari aku? dan apa yang harus aku lakukan untuk jadi lebih baik?
- Kamu pernah cape gak kalo aku ngeluh terus?
- Kalau suatu saat kita sudah bersama pasangan kita masing- masing, kamu bakal luangin waktu gak saat aku butuh kamu?
- Apa yang menjadi tujuan kamu sekarang?
• Topik dengan keluarga
Kata orang deep talk bersama keluarga adalah hal yang paling emosional dibandingkan dengan deep talk lainnya, karena setiap orang punya karakter keluarga yang berbeda-beda. Posisi keluarga di sini itu bisa sebagai partner deep talk kita, bisa juga sebagai topik deep talk. Jika kalian ingin mencoba melakukan hal ini dengan keluarga kalian baik itu ayah, ibu, kakak atau siapapun dikeluarga kalian, kalian bisa mulai mencobanya dengan :
- Apa pernah kalian merasa kecewa sama aku? Dan situasi apa yang membuat kalian kecewa?
- Jika suatu saat aku melakukan kesalahan yang mungkin gak bakal bisa dimaafkan, apa kalian akan terus temani aku?
- Kalian ingin aku menikah dengan seseorang yang seperti apa?
- Jika aku memilih jalan hidupku sendiri, apa yang akan kalian lakukan?
Beberapa topik diatas mungkin bisa membantu kamu memperbaiki hubungan kamu, karena kunci utama setiap hubungan itu adalah komunikasi yang baik. Dan komunikasi yang baik dimulai dengan mendengarkan orang lain berbicara, menanyakan beberapa pertanyaan, beritahu apa yang kamu rasakan dan jangan di pendam. Hal ini bisa kamu dapatkan dengan deep talk.
Etss... namun perlu diingat ya! Terlebih dahulu, kamu harus membuat tempat dan waktu yang cocok untuk melakukan deep talk ini. Jangan mengajak dia deep talk saat sedang sibuk, apalagi memaksanya untuk meluangkan waktu. Biarkan dia menyelesaikan terlebih dahulu semua pekerjaannya, lalu tanya kapan waktu luangnya.
Komentar
Posting Komentar